Butuh Bantuan? Chat Kami Disini
banner 728x250

Wajah Tegang Tom Lembong Jelang Vonis Kasus Gula: Diam Seribu Bahasa di Depan Kamera

Kasus Impor Gula Ilegal Seret Eks Menteri: Kerugian Negara Mencapai Ratusan Miliar, Vonis Segera Dibacakan

Wajah Tegang Tom Lembong Jelang Vonis Kasus Gula: Diam Seribu Bahasa di Depan Kamera
Wajah Tegang Tom Lembong Jelang Vonis Kasus Gula: Diam Seribu Bahasa di Depan Kamera
banner 120x600
banner 468x60

BERITACEPAT24, Jakarta, 18 Juli 2025 – Wajah mantan pejabat tinggi ekonomi Indonesia, Thomas Trikasih Lembong, atau yang akrab disapa Tom Lembong, menjadi sorotan tajam publik dan media jelang pembacaan vonis atas kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dalam impor gula. Penampilannya yang biasanya tenang dan artikulatif kini berubah drastis: tegang, kaku, dan diam seribu bahasa di depan kamera.

Sorotan Media dan Publik Jelang Vonis

Sejak mencuatnya kasus ini ke publik pada awal tahun 2024, Tom Lembong sudah menjadi pusat perhatian. Sosok yang dikenal sebagai teknokrat dan ekonom murni itu kini harus berhadapan dengan palu hakim dalam kasus yang melibatkan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah.

banner 325x300

Dalam sidang terakhir yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, kamera media menangkap momen yang cukup dramatis: Tom Lembong duduk tanpa ekspresi, mata menatap kosong, dan bibir terkatup rapat. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya saat awak media mencoba menggali komentar.

Kasus Gula yang Menghebohkan

Kasus ini bermula dari dugaan bahwa selama menjabat sebagai pejabat tinggi bidang investasi dan perdagangan, Tom Lembong diduga menyetujui kebijakan impor gula tanpa prosedur yang transparan dan akuntabel. Keputusan tersebut membuka celah bagi masuknya gula dari luar negeri secara massif dengan harga rendah, yang menghancurkan harga gula petani lokal.

Selain itu, laporan audit investigatif BPK menyebut adanya indikasi kuat manipulasi kuota dan kerja sama dengan sejumlah importir besar. Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, negara disebut mengalami kerugian lebih dari Rp 820 miliar akibat praktik yang merugikan tersebut.

Sikap Diam yang Memicu Spekulasi

Sikap diam Tom Lembong selama proses persidangan menjadi bahan spekulasi di berbagai kalangan. Banyak yang bertanya-tanya, apakah ia sedang menyusun strategi pembelaan, atau justru sudah pasrah dengan kemungkinan terburuk.

Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia, Dr. Feri Arifin, menyebut bahwa sikap diam itu bisa menjadi bagian dari strategi hukum. “Kadang, diam itu bisa lebih kuat dari pernyataan emosional. Tapi, di sisi lain, publik bisa menafsirkannya sebagai bentuk pengakuan tidak langsung,” ujar Feri dalam wawancara televisi.

Dari Pejabat Terhormat ke Terdakwa

Karier Tom Lembong terbilang cemerlang. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Menteri Perdagangan. Dengan latar belakang pendidikan dari Harvard University dan pengalaman di sektor keuangan global, Lembong sempat digadang-gadang sebagai simbol kemajuan birokrasi Indonesia.

Namun kini, pria yang dulu dielu-elukan sebagai pembawa angin segar di dunia kebijakan publik harus duduk di kursi pesakitan. Transformasi citra ini menjadi tamparan keras bagi masyarakat yang sempat menaruh harapan tinggi pada reformasi tata kelola pemerintahan.

Reaksi Publik dan Dunia Maya

Tagar #VonisTomLembong dan #KasusGula sempat menjadi trending di media sosial. Banyak netizen mengungkapkan kekecewaannya, namun ada juga yang menyuarakan dukungan, menilai bahwa Lembong hanyalah korban dari sistem yang rusak.

“Kalau Tom Lembong bisa terlibat kasus seperti ini, berarti memang sistemnya yang harus dibenahi, bukan hanya individunya,” tulis seorang netizen di platform X (dulu Twitter).

Kesimpulan: Titik Balik atau Akhir Karier?

Sidang vonis yang akan dibacakan dalam waktu dekat ini akan menjadi titik balik penting bagi Tom Lembong. Apakah ia akan dijatuhi hukuman berat sebagai bentuk pembelajaran hukum kepada pejabat publik, atau ada pertimbangan khusus yang meringankan hukumannya?

Yang pasti, wajah tegang dan sikap diam Tom Lembong bukan sekadar gambaran pribadi yang sedang tertekan. Ia mencerminkan suasana mencekam dan rumitnya kasus-kasus besar yang melibatkan kekuasaan, kepentingan ekonomi, dan moralitas publik.

Baca Juga : Jadwal Lengkap Dan Analisa Prediksi Bola 18–19 Juli 2025: Siapa Bakal Menang?

banner 325x300

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *